Pemenang Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56 : Keindahan Alam Indonesia

Alhamdulillah selesai juga Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56 dengan tema Keindahan Alam Indonesia

Hanya sekedar Sawah, yang menurut saya Indah.

Hanya sekedar Sawah, yang menurut saya Indah.

Beruntung bagi saya ada yang mengikuti turnamen ini, karna jujur saya baru ngeblog untuk menfollow aja bingung caranya. Alhamdulillah ada 8 teman baru yang berkenan meramaikan turnamen ini, dan mengikutsertakan foto yang semuanya indah, tapi dalam setiap turnamen harus ada pemenangnya. Dan untuk pemenang TFP Ronde 56 dengan tema : Keindahan alam Indonesia adalaaaaaah :

Papandayan

Selamat kepada Lina W. Sasmita, Foto anda dengan Judul foto: Secuil Keindahan di Gunung Papandayan terpilih sebagai Pemanaaaang TFP Ronde 56!!!

Alasan Foto dengan Judul : Secuil Keindahan di Gunung Papandayan menjadi pemenang?

Karna menurut saya foto ini indah, meski ngga tau indahnya dimana, lalu ini baru secuil keindahan dari gunung Papandayan, pasti kalo seutuhnya bakal lebih indah lagi.

Sekali lagi selamat kepada Lina W. Sasmita yang sudah terpilih sebagai pemenang TFP Ronde 56 bertema “Keindahan alam Indonesia”. Ditunggu segera gelaran TFP ronde selanjutnya, ya. Untuk panduan penyelenggaraan, silakan klik di sini

Kepada blogger lain yang sudah ikut berpartisipasi, saya ucapkan terima kasih sudah turut meramaikan TFP Ronde 56 dengan fotonya yang indah. Maaf apabila banyak kekurangan dalam turnamen kali ini, harap maklumnya. Wassalam…

Iklan

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56

Alhamdulillah, sungguh suatu kehormatan bagi saya setelah foto saya terpilih pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde 55 dengan tema Waterfalls, padahal yang lain fotonya sangat – sangat luar biasa. Terima kasih Mas Rifqy Faiza Rahman untuk kesempatannya. Jujur saya awam tentang dunia perblogeran, wong setelah dimention sama Mas Rifqy langsung puyeng gimana cara ngehostnya, jadi saya mohon maaf kalo untuk Turnamen kali ini agak kacau hehehe… Saya berusaha semampu saya untuk mengadakan Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56 di blog saya.

Untuk Tema Turnamen Foto Perjalanan 56 : Keindahan Alam Indonesia

Karena keindahan alam bagi tiap orang berbeda, jadi bisa Gunung, Laut, Sungai, Danau, Sawah. Tapi hanya di Indonesia.

Hanya sekedar Sawah, yang menurut saya Indah.

Hanya sekedar Sawah, yang menurut saya Indah.

Karena Alam Indonesia sangat indah, dan saya sendiri jarang jalan-jalan, jadi lewat Turnamen Foto Perjalanan Ronde 56 ini saya ingin melihat keindahan alam Indonesia lewat lensa teman-teman smua.

Untuk aturan mainnya silahkan dibaca :

Apa sih Turnamen Foto Perjalanan Itu?

Turnamen Foto Perjalanan (TFP) adalah sebuah permainan berantai parablogger, khususnya (travel) blogger Indonesia, sebagai sarana berbagi foto perjalanan secara kolektif. Setiap ronde, tuan rumah akan menentukan sebuah tema, dan para peserta akan mengirimkan foto perjalanan sesuai dengan temanya. Foto-foto yang masuk akan dipajang di artikel ronde yang sedang berlangsung. Nantinya, tuan rumah akan memilih seorang pemenang. Hadiahnya? Menjadi tuan rumah turnamen ronde berikutnya. Dan roda turnamen pun berputar!

Aturan Main Turnamen Foto Perjalanan (TFP) Ronde Ke-56:

  • Turnamen Foto Perjalanan (TFP) Ronde Ke-56 ini berlangsung pada: 18 Februari 2015 – 24 Februari 2015 (batas waktu pukul 23.59 WIB)
  • Foto harus merupakan karya sendiri. Peserta TFP bebas meng-upload foto d imana saja, asalkan milik/akun sendiri (web, blog, Flickr, Picasa, Photobucket, dan sebagainya)
  • Submit foto pada kolom komentar artikel ini dengan format berikut:
    • Nama: –
    • Nama blog: –
    • Link blog: –
    • Akun Twitter: –
    • Judul foto: –
    • Keterangan foto (secukupnya): –
    • Link foto (maksimal ukuran 600 pixel): –
  • Ada kemungkinan foto yang kamu kirim akan di re-host oleh tuan rumah. Terutama kalau terlalu besar atau bermasalah.
  • Foto tidak diperkenankan dalam bentuk kolase.
  • Foto yang tidak patut tidak akan di-upload di sini (misal: menyinggung SARA, nyeleneh, atau menghina pihak lain)
  • Submisi lebih cepat lebih baik, sehingga fotomu bisa tampil seatas mungkin.
  • Pengumuman pemenang sekitar 2-3 hari setelah batas akhir turnamen ronde ini.
  • Foto-foto peserta akan segera  dipajang bersamaan di ujung artikel ini, berdasarkan urutan antrian pada kolom komentar di bawah ini.

FAQ About Turnamen Foto Perjalanan

Mengapa mengikuti Turnamen Foto Perjalanan?

  1. Ajang berbagi (sharing) foto. Bersama, para travel blogger Indonesia membuat album-album perjalanan yang indah yang tersebar dalam ronde-ronde turnamen ini.
  2. Untuk dinikmati para pencinta perjalanan lainnya.
  3. Kesempatan jadi pemenang. Pemenang tiap ronde menjadi tuan rumah ronde berikutnya. Plus, blog dan temamu (dengan link yang bersangkutan) akan tercantum dalam daftar turnamen yang dimuat di setiap ronde yang mendatang. Not a bad publication.

Siapa saja yang bisa ikutan?

  • (Travel) blogger. Tak terbatas pada travel blogger profesional, random blogger yang suka perjalanan juga boleh ikut.
  • Setiap blog hanya boleh mengirimkan 1 foto. Misal, DuaRansel yang terdiri dari Ryan dan Dina (2 orang) hanya boleh mengirim maksimal 1 foto.
  • Pemenang berkewajiban menyelenggarakan ronde berikutnya di (travel) blog pribadinya, dalam kurun 1 minggu. Dengan demikian, roda turnamen tetap berputar.
  • Panduan bagi tuan rumah baru akan diinformasikan pada pengumuman pemenang. Jika pemenang tidak sanggup menjadi tuan rumah baru, pemenang lain akan ditunjuk.

Nggak punya blog, tapi ingin ikutan?

  • Oke deh, tidak apa-apa. kirim sini fotomu. Tapi, partisipasimu hanya sebatas penyumbang foto saja. Kamu nggak bisa menang, karena kamunggak bisa jadi tuan rumah ronde berikutnya.
  • Eh tapi, kenapa nggak bikin travel blog baru aja sekalian? WordPress, Tumblr, atau Blogspot. Gampang kok, pakainya.

Hak dan kewajiban tuan rumah:

  • Menyelenggarakan ronde Turnamen Foto Perjalanan (TFP) di blog-nya
  • Memilih tema
  • Melalui social media, mengajak para blogger lain untuk berpartisipasi
  • Meng-upload foto-foto yang masuk
  • Memilih pemenang (boleh dengan alasan apapun)
  • Menginformasikan pemenang baru apa yang perlu mereka lakukan (panduan akan disediakan)

Mengapa saya tidak diundang?

  • Memang tidak diperlukan undangan untuk mengikuti turnamen ini, langsung join saja.

Daftar Ronde Turnamen Foto Perjalanan:

  1. Laut – DuaRansel
  2. Kuliner – A Border that breaks!
  3. Potret – Wira Nurmansyah
  4. Senja – Giri Prasetyo
  5. Pasar – Dwi Putri Ratnasari
  6. Kota – Mainmakan
  7. Hello, Human! (Manusia) – WindyAriestanty
  8. Colour Up Your Life -Jalan2liburan
  9. Anak-Anak – Farli Sukanto
  10. Dia dan Binatang – Made TozanMimba
  11. Culture & Heritage – Noni Khairani
  12. Fotografer – Danan Wahyu Sumirat
  13. Malam – Noerazhka
  14. Transportasi – Titik
  15. Pasangan – Dansapar
  16. Pelarian/Escapism – Febry Fawzi
  17. Ocean Creatures – Danar Tri Atmojo
  18. Hutan – Regy Kurniawan
  19. Moment – Bem
  20. Festival/Tarian – YoesriantoTahir
  21. Jalanan – PergiDulu
  22. Matahari – Niken Andriani
  23. Burung – The Traveling Precils
  24. Sepeda – Mindoel
  25. Freedom – Pratiwi Hamdhana AM
  26. Skyfall – Muhammad Julindra
  27. Jembatan – Backpackology
  28. Tuhan – Efenerr
  29. Gunung – Elizabeth Murni
  30. Batas – Ayu Welirang
  31. Jejak – Daru Aji
  32. Sungai – Omnduut
  33. Rumah Ibadah – Sikiky
  34. Kampung – Monda
  35. Museum – Avant Garde
  36. Taman- Ari Murdiyanto
  37. Pencakar Langit – Dede Ruslan
  38. Terminal/Stasiun – Sy Azhari
  39. Hujan – Diah
  40. Danau – Messa
  41. Wastra – Indah
  42. Grey – Lies Hadi
  43. Gua – Uwien Budi
  44. Awan – Syifna
  45. Siluet – Yofangga
  46. Refleksi – Tiga di Bumi
  47. Jendela – Endah Kurnia Wirawati
  48. Chamber – Indah
  49. Barang Tua – Silviana
  50. Kemarau – Cheila
  51. Peaceful – Dee An
  52. Framing – Depz
  53. Let’s Jump! – Endah Kurnia Wirawati
  54. Kabut – Rinaldi Maulana
  55. Waterfalls – Rifqy Faiza Rahman
  56. Keindahan Alam Indonesia – Saya ( Geo Funny )
  57. Ya Kamuuuuu….

Pendiri dan Koordinator Turnamen Foto Perjalanan:

Pertanyaan seputar penyelenggaraan dan lain sebagainya? Hubungi Dina.

Jadi segera kirimkan foto tentang “Keindahan Alam Indonesia” temen-temen smua di kolom komentar dibawah ini ya…Turnamen dimulai dari sekarang…Monggo…

1.Nama: tsuza hasibuan
Nama blog: catatan kecilku
Link blog: warnawarnidiriku.blogspot.com
Judul foto: Dan kau pun indah

DSC_0144

2.Nama: Ihwan Hariyanto
Nama blog: Keluarga Biru
Link blog: http://www.keluargabiru.com
Akun Twitter: @ihwanmozaik
Judul foto: Kemarau Nan Indah

317618_10150349939072390_2010790532_n

3.Nama : Maya Indah
Nama Blog : Simply Me
Link Blog : https://chiemayindah.wordpress.com/
Akun twitter : @chiemayindah
Judul foto : Suatu Senja di Pulau Bali

jimbaran-bali

4.Nama : Raditya Jati
Nama blog : denmasbrindhil
Link : http://denmasbrindhil.wordpress.com
Facebook : Raditya AN Jati
Link foto : https://www.flickr.com/photos/74062379@N05/10585719204/
Link blog yang foto itu ada di dalamnya : https://denmasbrindhil.wordpress.com/2013/11/03/candi-ijo-di-sore-hari/
Judul foto : Senja di Sisa Peradaban

10585719204_fd94557d0b_z

5.Nama : Dee An / @dieend18
Blog : http://www.adventurose.com
Judul Foto : Pesona Negeri di Atas Awan

P1080839

6.Nama: Avant Garde / djangki
Nama / link blog: https://djangki.wordpress.com/2013/03/12/ubud-ala-jambi/
Akun Twitter: @isna_saragih
Judul foto: Masih tentang sawah….

7.Nama: Danan Wahyu Sumirat
Nama blog: http://www.dananwahyu.com
Link blog: http://dananwahyu.com/2015/02/24/turnamen-foto-perjalanan-56-keindahan-alam-indonesia/
Akun Twitter: @dananwahyu
Judul foto: Senja Pulau Buluh

new-image

8.Nama: Lina W. Sasmita
Nama blog: http://www.linasasmita.com
Link blog: http://www.linasasmita.com/2015/02/secuil-keindahan-di-gunung-papandayan.html
Akun Twitter: @LinaWiati
Judul foto: Secuil Keindahan di Gunung Papandayan

Papandayan

Pesona Bromo Jilid 1

Ya Bromo, kurang lebih sekitar 20 jam perjalanan darat dari tempat tinggalku Sokaraja – Banyumas – Jateng. Ini merupakan kunjungan pertamaku, yang memang rencananya pengin bikin startrail di bromo setelah liat foto teman – teman. Setelah tanya sana sini akhirnya nekat berangkat aja ke bromo. Sampai di Cemoro Lawang aku stay di Lava View yang katanya penginapan paling dekat dengan bromo. Ternyata memang deket banget, dari jendela kamar aja kita bisa liat hamparan lautan pasir bromo. Karena aku sampai malam hari sekitar jam 9 malam, setelah chek in, iseng nyari spot untuk nyanres, karna bingung dan setelah nanya Mas yang jaga penginapan itu ada spot ok dari belakang penginapan, tinggal jalan kaki sekitar 20 menit. Langsung aja otw ke spot yang dicritain Mas Hotel tadi. Ternyata Milkyway dibromo sangat mudah diliat, akhirnya hunting milky malam itu, meski tanpa kompor untuk bikin minuman hangat.

Galaksi Bimasakti dilihat dari Cemoro Lawang

Galaksi Bimasakti dilihat dari Cemoro Lawang

Setelah kelar motret milky, tanggung mau pulang ke hotel, cuma karna saking dinginnya coba bikin api unggun, mungkin karna suhu yang dingin ditambah tempat yang lembab, api pun tak kunjung jadi…hahaha…maklum bukan pendaki hehehe… Hari ke 2 kembali kespot yang sama, kali ini mencoba bikin startrail, sebenarnya dalam hati itu galau, mau bikin dari spot yang sama, penanjakan 1, atau penanjakan 2, sebenernya sempet tanya teman, cuma kayaknya ngga afdol kalo belum nyoba spot yang sama hahaha… Kalo mau bikin Startrail rekomen dari Penanjakan 2, selain pas dengan Bintang Utara, Objek juga lebih ok.

Star Trail di Cemoro Lawang dengan spot yg sama.

Star Trail di Cemoro Lawang dengan spot yg sama.

Sebenernya masih kurang puas sama hasil Night Shoot, cuma selalu ada pelajaran dari pengalaman pertama. Paginya aku sudah bikin janji sama tukang ojek yang istrinya jualan kopi di Cemoro Lawang, dengan biaya 250rb ke 3 spot, Penanjakan 1, Kawah Bromo trus Pasir Berbisik. Dibanding rame-rame naik jip mungkin lebih asik naik ojek atau sewa motor, cuma karena belum mengenal lokasi jadi mending naik ojek aja.

Jam 1/2 3 pagi handphoneku bunyi, sungguh hari yang melelahkan sampe tidurpun ngga terasa, tanpa cuci muka, pakai pakaian hangat langsung menuju halaman hotel, dan ternyata banyak juga yang mau nyunrise naik jip. Langsung aja tanpa basa-basi langsung bonceng Pak Supri ( nama tukang ojeknya ). Sungguh diluar dugaan Pak Supri sangat lincah meliak-liuk diantara jip – jip yang mirip balapan Dakar, belum lagi medan pasir, serasa motor itu mau guling… hahaha..jadi meskipun aku cuma bonceng, tapi mesti fleksibel mengikuti gerakan Pak Supri yang pagi itu selincah Valentino Rossi pake sarung. Ngga terasa sampe juga di Penanjakan 1, asiknya naik ojek itu kita langsung sampai deket tangga, dibanding naik jip, kita masih harus jalan kaki mungkin sekitar 1km, kalo dah telat berangkatnya.

View Sunrise dari Penanjakan 1

View Sunrise dari Penanjakan 1

Kelar nyunrise, langssung jalan menuju Kawah Bromo, Pak Supri sudah siap diujung tangga Penanjakan.

Diambil waktu bonceng Pak Supri.

Iring-iringan Jip menuju Kawah Bromo, diambil waktu bonceng Pak Supri.

Bersambung….

Cara membuat foto HDR dengan teknik Luminosity Masking

Seperti kita tau, untuk membuat foto landscape biasanya dibutuhkan bermacam – macam filter, agar bisa mendapatkan pencahayaan yang seimbang antara langit dan objek foto kita. Untuk itu bagi teman – teman yang belum mempunyai filter teknik ini bisa dicoba. Syarat yang pertama kita mesti bikin foto minimal dengan 3 pencahayaan yang berbeda, yang pertama : – normal, over 3 stop, under 3 stop. Kenapa mesti over dan under 3 stop? Karna memang biasanya perbedaan langit dengan objek di kisaran itu, dimana under 3 stop setara dengan filter gnd 0,9 yang umum digunakan para landscaper. Apabila kita telah membuat 3 foto tadi, saatnya kita buka foto tersebut di photoshop sebagai layer. Dan untuk menyeleksi antara langit dan foreground disini kita gunakan teknik luminosity masking, dimana kita melakukan seleksi cahaya tapi secara auto. Yaitu dengan cara, kita masuk ke opsi Channel lalu tekan ctrl klik di RGB lalu muncul seleksi di foto kita, itulah yg merupakan seleksi yg terang pada foto kita, atau highlights, lalu kita invert seleksi tadi dengan cara ctrl + i klik, nanti muncul seleksi dari shadows pada foto kita. Setelah kita bisa membuat seleksi auto tadi, kini saatnya kita terapkan pada foto yang akan kita gelapkan langitnya, dengan urutan foto yang paling terang sebagai layer pertama, lalu foto dengan pencahayaan normal sebagai layer kedua, lalu foto dengan pencahayaan paling gelap sebagai layer ketiga. Untuk lebih jelasnya silahkan buka ini httpswww.youtube.comwatchv=2edXDAz4gAI#t=14

Normal Exposure

Pencahayaan Normal 

Over Exposue

Pecahayaan Over

Pencahayaan Under

Pencahayaan Under

Hasilnya kurang lebihnya seperti ini kalo kita edit dengan menggunakan Teknik Luminosity Masking.

Hasilnya kurang lebihnya seperti ini kalo kita edit dengan menggunakan Teknik Luminosity Masking.

Tips memotret Milkyway atau Galaksi Bimasakti

Banyak yang bertanya gimana sih cara memotret Milkyway? Kalo dari pengalamanku kurang lebih tipsnya seperti berikut ini :

  • Gunakan app starchart, skymap ato app sejenis untuk melihat Milkyway.
  • Amati cuaca sekitar, kalo mendung ato berawan pasti ngga akan keliatan, karna sebenarnya Milkyway bisa dilihat dengan mata telanjang.
  • Carilah tempat dengan Polusi Cahaya sedikit, bisa di gunung ato dipantai.
  • Gunakanlah Tripod ato benda yang bisa menjaga kamera tetap berdiri kokoh.
  • Gunakanlah Remote Shutter ato Kabel Release untuk mengantisipasi blur pada foto.
  • Gunakan Manual Mode.
  • Settinglah lensa pada Manual, lalu setting ke Infinity. Apabila ngga ada tanda pada ring lensa, putarlah ring fokus ke kanan mentok, lalu geser kiri sedikit.
  • Settinglah WB sesuai selera apabila memotret dengan format jpg.
  • Settinglah Diafragma ato f selebar mungkin, ato nilai yang paling kecil, umumnya f1.4 – f3.5
  • Settingah ISO antara 1500 – 2500.
  • Settinglah Shutterspeed antara 20 – 30 detik.
  • Bawalah Senter.
  • Bawa juga minuman dan makanan kecil.
  • Gunakan pakaian hangat.

Kurang lebih seperti itu persiapan yang biasa aku lakukan sebelum hunting Milkyway, selamat mencoba…

Kurang lebih seperti ini hasilnya.

Kurang lebih seperti ini hasilnya.

Melayang diranah Minang

Pertama kali dengar kata Paraglading itu pikiranku langsung memikirkan bakal terbang tinggi tapi menggunakan apa? Kapal, lompat dari bukit atau apa, itu yang selalu aku pikirkan. Soalnya aku termasuk orang yang takut ketinggian. Cuma mungkin ini satu – satunya kesempatanku untuk mencoba olahraga ini, kesempatan ini aku dapatkan dari @indtravel yang pada saat itu mengadakan acara bertajuk #minangkabike dimana yang beruntung bakal diajak untuk mengexplore Sumbar.

Sampai juga akhirnya pada hari H,doaku sebenarnya smoga tiba – tiba hujan hahahaha… Tapi apa mau dikata,cuaca pagi itu cerah, langit berawan dengan warna biru yang sangat indah. Ya Allah lindungi hambamu ini, gumamku dalam hati hahaha… Untuk melakukan Paraglading yang ternyata sama dengan Paralayang itu kita ber 7 mesti jalan kaki dari penginapan menuju lokasi Paraglading. Mungkin sekitar 30 menit kita jalan kaki melewati medan yang lumayan nanjak, dan licin karna waktu itu musim hujan sudah mulai membasahi kota Padang dan sekitarnya.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Lumayan ngos – ngosan juga buatku yang memang jarang jalan kaki, apalagi disuguhi jalur seperti itu. Tibalah kita dilokasi Paraglading, langsung disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Beginilah view dari Bukit Gado - Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Beginilah pemandangan dari Bukit Gado – Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Ok, datang juga waktu untuk melakukan Paraglading, yang jelas aku ngga mau yang pertama kali hahaha…, ataupun yang terakhir. Selalu ada tumbal untuk yang pertama, kali ini kesempatan pertama itu dilakoni Mr.John, salah satu dari peserta #minangkabike yang memang orangnya terlalu lugu hahaha…

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Teman - teman yang telah bersiap diposisi masing - masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Teman – teman yang telah bersiap diposisi masing – masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha... maaf Mr John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha… maaf Mr John.

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lombat dari bukit hahaha...

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lompat dari bukit hahaha…

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap menuju Pak Ferry  dan asistennya.

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap melangkah menuju Pak Ferry dan asistennya.

Beginilah pemandangan dari atas, dan ternyata itu sangat susah untuk memotret, tipsya memotretlah dengan auto mode hehehe...

Beginilah pemandangan dari atas, terlihat Teluk Bayur diujung sana dan ternyata itu sangat susah untuk memotret saat kita Melayang di ranah Minang, tipsya memotretlah dengan mode auto hehehe…

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah meraskan kaki yang hilang sesaat.

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah merasakan kaki yang hilang sesaat.

Pantai Menganti yang slalu dihati

Untuk kesekian kalinya aku kembali ke pantai ini, entah mengapa slalu ada rasa ingin kembali, sembari menunggu mentari agak turun, seperti biasanya aku menikmati secangkir kopi diwarung pinggir pantai ini. Beberapa waktu yang lalu aku baru menemukan spot batu-batu karang yang menurutku sangat indah, mirip pantai Semeti di Lombok sana, meski baru melihat di akun instagram milik orang lain hahaha, suatu saat smoga bisa melihat langsung pantai Semeti…amiiiiin… O,ya batu karang disini juga mirip seperti di Korsel sana kalo ngga salah pantai Jeju, yang dilindungi dunia, itu juga dulu liat di tv hahaha… smoga bisa kesana juga amiiiiin… Kembali ke pantai Menganti, pantai ini berada di wilayah Kebumen Jateng, ngga jauh dari pantai Ayah, mungkin sekitar 1/2 jam dengan jalan yang berliku-liku khas pantai selatan, juga dengan ombaknya yang lumayan besar kalo pas air pasang. Biasanya sebelum berangkat, aku slalu punya ide mau ngapain di pantai itu, saat ini aku ingin mengabadikan pantai yang slalu dihati ini dengan teknik Long Exsposure ato Slowspeed. Untuk itu dibutuhkan perlengkapan penunjang seperti tripod, filter nd, filter gnd, kabel release yang menggunakan timer. O,ya untuk gnd kalo dipantai biasanya aku menggunakan yang hard 0,9 atau yang menurut pabriknya dapat menahan cahaya masuk ke kamera sekitar 3 stop, kalo untuk nd aku sedang senang menggunakan bigstopper kata pabriknya sanggup menahan cahaya sekitar 10 stop. Kurang lebih sperti ini perbedaannya.

Foto ini diambil dengan menggunakan normal shutter speed.

Foto ini diambil dengan menggunakan normal shutter speed.

Foto ini diambil dengan cara longexsposure 60 second.

Foto ini diambil dengan cara longexsposure 60 second.

Lembah Harau yang memukau

Panorama inilah yang akan kita jumpai ketika masuk lembah harau.

Panorama inilah yang akan kita jumpai ketika masuk Lembah Harau.

Lembah Harau berada di Sumatra Barat,ini merupakan kunjunganku untuk yang pertama kali. suasananya mirip di gunung,meski ini lembah,sebelumnya aku hanya liat foto sperti ini hanya di internet dan ternyata memang sangat indah,mungkin mirip tebing di colorado atau yang sering aku tonton di tv Mountain Men,ternyata di Indonesia ada,itupun aku ngga tau kalau ini namanya Lembah Harau hahaha…aku memang jarang pergi dari kampungku,apalagi ini keluar pulau. Kesempatan ini aku dapatkan dari #indtravel waktu mengadakan acara bertajuk #minangkabike aku salah satu yang beruntung dari sekian banyak orang yang juga mengikuti kontes itu.

Ini salah satu spot wajib bagi yang menyukai Fotografi Landscape,sayang ada kabel listriknya.

Ini salah satu spot wajib bagi yang menyukai Fotografi Landscape,sayang ada kabel listriknya.

Tips untuk memotret Lembah Harau sperti diatas,apabila kita ingin memotret tanpa kabel yang keliatan,kita mesti turun kesawah,melewati sungai kecil yang membatasi jalan raya dan sawah. mungkin juga akan lebih indah kalau kesini pada waktu musim kemarau,foto diatas itu diambil pada saat menjelang sunset. kalau sunrise disini kita ngga dapat karna tertutup oleh bukit belakang kita.

Salah satu dari beberapa spot ikonik di Lembah harau,sayang waktu itu ada kendaraannya.

Salah satu dari beberapa spot ikonik di Lembah Harau,sayang waktu itu ada kendaraannya.

Spot diatas cukup dekat dari area pemukiman,mungkin sekitar 15 menit dengan bersepeda kita sampai ke tempat itu. Foto ini diambil setelah dzuhur sekitar jam 14:00 kalau pas cerah kita bisa mendapatkan cahaya yang indah mengenai tebing-tebing itu.

 

Air terjun di Lembah Harau ini juga sangat terkenal,letaknya juga gampang diakses karna persis di pinggir jalan,kalau beruntung kita bakal melihat anak-anak yang lompat dari tebing air teerjun itu.

Air terjun di Lembah Harau ini juga sangat terkenal,letaknya juga gampang diakses karna persis di pinggir jalan,kalau beruntung kita bakal melihat anak-anak yang lompat dari tebing air terjun itu.

Indah kan? Semoga saja suatu saat bisa kembali ke tempat ini lagi… Amiiin…

 

Perlengkapan fotografi landscape

Dalam menekuni dunia Fotografi Landscape atau Fotografi Lansekap atau juga banyak yang menyebut dengan fotografi pemandangan,kita memerlukan perlengkapan antara lain :

  1. Kamera tentunya.
  2. Tripod yang kokoh.
  3. FilterCPL, GND,ND.
  4. Filter Holder ( tempat untuk memasang filter ).
  5. Ring Holder ( tempat untuk memasang filter holder ke ulir lensa ).
  6. Remote Shutter atau Cable Release.

Kurang lebih itulah perlengkapan yang harus dibawa saat kita hunting Fotografi Landscape atau Fotografi Lansekap.

Dimana dalam Fotografi Landscape,kita diharapkan mampu menciptakan foto dengan ketajaman pada semua bidang foto itu sendiri, dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dibutuhkan tripod,karna kita akan sering bermain dengan bukaan sempit atau nilai F besar ( sekitar F.8 – F.16 ) dan kegunaan Remote shutter untuk menjaga kamera tidak shake pada saat kita menekan tombol shutter.

Kegunaan dari CPL (Circular Polarizer ) yaitu untuk memekatkan warna biru langit atau untuk mengurangi refleksi pada air dan warna metalik, dan CPL hanya bisa digunakan pada arah selatan dan utara,selain itu tidak dapat bekerja dengan baik, kecuali pada air dan warna warna tertentu, hijau misalnya.

Kegunaan dari GND ( Graduated Neutral Density ) yaitu untuk menyeimbangkan antara langit dan foreground, agar langit tidak over exsposure ( terlalu terang )dan bagian foreground tidak under exsposure ( terlalu gelap ).

Kegunaan dari ND ( Neutral Density ) yaitu untuk menahan cahaya yang masuk kekamera, sehingga dibutuhkan shutter speed yang lebih lama, umumnya digunakan untuk slowspeed photography.

Kurang lebih itulah perlengkapan wajib dalam Fotografi Landscape atau Fotografi lansekap.

 

I Believe…

Judul lagu Joe Satriani menemani perjalananku dari desa ke ibu kota,aslinya aku ngga pernah kemana-mana sendiri. Karna terpaksa mengikuti hobi baruku fotografi,mau ngga mau aku berangkat ke ibu kota sendiri,bertemu kawan baru yang juga akan pergi ke Padang Karna meeting point di bandara suta. O,ya sebelumnya aku ke Padang karna beruntung dapat kesempatan gratis dari Indtravel jadi mumpung karna gratis,jadi bonek aja.

Teman Minangkabike_7-1.jpg