Melayang diranah Minang

Pertama kali dengar kata Paraglading itu pikiranku langsung memikirkan bakal terbang tinggi tapi menggunakan apa? Kapal, lompat dari bukit atau apa, itu yang selalu aku pikirkan. Soalnya aku termasuk orang yang takut ketinggian. Cuma mungkin ini satu – satunya kesempatanku untuk mencoba olahraga ini, kesempatan ini aku dapatkan dari @indtravel yang pada saat itu mengadakan acara bertajuk #minangkabike dimana yang beruntung bakal diajak untuk mengexplore Sumbar.

Sampai juga akhirnya pada hari H,doaku sebenarnya smoga tiba – tiba hujan hahahaha… Tapi apa mau dikata,cuaca pagi itu cerah, langit berawan dengan warna biru yang sangat indah. Ya Allah lindungi hambamu ini, gumamku dalam hati hahaha… Untuk melakukan Paraglading¬†yang ternyata sama dengan Paralayang itu kita ber 7 mesti jalan kaki dari penginapan menuju lokasi Paraglading.¬†Mungkin sekitar 30 menit kita jalan kaki melewati medan yang lumayan nanjak, dan licin karna waktu itu musim hujan sudah mulai membasahi kota Padang dan sekitarnya.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Lumayan ngos – ngosan juga buatku yang memang jarang jalan kaki, apalagi disuguhi jalur seperti itu. Tibalah kita dilokasi Paraglading, langsung disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Beginilah view dari Bukit Gado - Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Beginilah pemandangan dari Bukit Gado – Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Ok, datang juga waktu untuk melakukan Paraglading, yang jelas aku ngga mau yang pertama kali hahaha…, ataupun yang terakhir. Selalu ada tumbal untuk yang pertama, kali ini kesempatan pertama itu dilakoni Mr.John, salah satu dari peserta #minangkabike yang memang orangnya terlalu lugu hahaha…

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Teman - teman yang telah bersiap diposisi masing - masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Teman – teman yang telah bersiap diposisi masing – masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha... maaf Mr John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha… maaf Mr John.

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lombat dari bukit hahaha...

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lompat dari bukit hahaha…

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap menuju Pak Ferry  dan asistennya.

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap melangkah menuju Pak Ferry dan asistennya.

Beginilah pemandangan dari atas, dan ternyata itu sangat susah untuk memotret, tipsya memotretlah dengan auto mode hehehe...

Beginilah pemandangan dari atas, terlihat Teluk Bayur diujung sana dan ternyata itu sangat susah untuk memotret saat kita Melayang di ranah Minang, tipsya memotretlah dengan mode auto hehehe…

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah meraskan kaki yang hilang sesaat.

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah merasakan kaki yang hilang sesaat.