Tips memotret Milkyway atau Galaksi Bimasakti

Banyak yang bertanya gimana sih cara memotret Milkyway? Kalo dari pengalamanku kurang lebih tipsnya seperti berikut ini :

  • Gunakan app starchart, skymap ato app sejenis untuk melihat Milkyway.
  • Amati cuaca sekitar, kalo mendung ato berawan pasti ngga akan keliatan, karna sebenarnya Milkyway bisa dilihat dengan mata telanjang.
  • Carilah tempat dengan Polusi Cahaya sedikit, bisa di gunung ato dipantai.
  • Gunakanlah Tripod ato benda yang bisa menjaga kamera tetap berdiri kokoh.
  • Gunakanlah Remote Shutter ato Kabel Release untuk mengantisipasi blur pada foto.
  • Gunakan Manual Mode.
  • Settinglah lensa pada Manual, lalu setting ke Infinity. Apabila ngga ada tanda pada ring lensa, putarlah ring fokus ke kanan mentok, lalu geser kiri sedikit.
  • Settinglah WB sesuai selera apabila memotret dengan format jpg.
  • Settinglah Diafragma ato f selebar mungkin, ato nilai yang paling kecil, umumnya f1.4 – f3.5
  • Settingah ISO antara 1500 – 2500.
  • Settinglah Shutterspeed antara 20 – 30 detik.
  • Bawalah Senter.
  • Bawa juga minuman dan makanan kecil.
  • Gunakan pakaian hangat.

Kurang lebih seperti itu persiapan yang biasa aku lakukan sebelum hunting Milkyway, selamat mencoba…

Kurang lebih seperti ini hasilnya.

Kurang lebih seperti ini hasilnya.

Pantai Menganti yang slalu dihati

Untuk kesekian kalinya aku kembali ke pantai ini, entah mengapa slalu ada rasa ingin kembali, sembari menunggu mentari agak turun, seperti biasanya aku menikmati secangkir kopi diwarung pinggir pantai ini. Beberapa waktu yang lalu aku baru menemukan spot batu-batu karang yang menurutku sangat indah, mirip pantai Semeti di Lombok sana, meski baru melihat di akun instagram milik orang lain hahaha, suatu saat smoga bisa melihat langsung pantai Semeti…amiiiiin… O,ya batu karang disini juga mirip seperti di Korsel sana kalo ngga salah pantai Jeju, yang dilindungi dunia, itu juga dulu liat di tv hahaha… smoga bisa kesana juga amiiiiin… Kembali ke pantai Menganti, pantai ini berada di wilayah Kebumen Jateng, ngga jauh dari pantai Ayah, mungkin sekitar 1/2 jam dengan jalan yang berliku-liku khas pantai selatan, juga dengan ombaknya yang lumayan besar kalo pas air pasang. Biasanya sebelum berangkat, aku slalu punya ide mau ngapain di pantai itu, saat ini aku ingin mengabadikan pantai yang slalu dihati ini dengan teknik Long Exsposure ato Slowspeed. Untuk itu dibutuhkan perlengkapan penunjang seperti tripod, filter nd, filter gnd, kabel release yang menggunakan timer. O,ya untuk gnd kalo dipantai biasanya aku menggunakan yang hard 0,9 atau yang menurut pabriknya dapat menahan cahaya masuk ke kamera sekitar 3 stop, kalo untuk nd aku sedang senang menggunakan bigstopper kata pabriknya sanggup menahan cahaya sekitar 10 stop. Kurang lebih sperti ini perbedaannya.

Foto ini diambil dengan menggunakan normal shutter speed.

Foto ini diambil dengan menggunakan normal shutter speed.

Foto ini diambil dengan cara longexsposure 60 second.

Foto ini diambil dengan cara longexsposure 60 second.