Pesona Bromo Jilid 1

Ya Bromo, kurang lebih sekitar 20 jam perjalanan darat dari tempat tinggalku Sokaraja – Banyumas – Jateng. Ini merupakan kunjungan pertamaku, yang memang rencananya pengin bikin startrail di bromo setelah liat foto teman – teman. Setelah tanya sana sini akhirnya nekat berangkat aja ke bromo. Sampai di Cemoro Lawang aku stay di Lava View yang katanya penginapan paling dekat dengan bromo. Ternyata memang deket banget, dari jendela kamar aja kita bisa liat hamparan lautan pasir bromo. Karena aku sampai malam hari sekitar jam 9 malam, setelah chek in, iseng nyari spot untuk nyanres, karna bingung dan setelah nanya Mas yang jaga penginapan itu ada spot ok dari belakang penginapan, tinggal jalan kaki sekitar 20 menit. Langsung aja otw ke spot yang dicritain Mas Hotel tadi. Ternyata Milkyway dibromo sangat mudah diliat, akhirnya hunting milky malam itu, meski tanpa kompor untuk bikin minuman hangat.

Galaksi Bimasakti dilihat dari Cemoro Lawang

Galaksi Bimasakti dilihat dari Cemoro Lawang

Setelah kelar motret milky, tanggung mau pulang ke hotel, cuma karna saking dinginnya coba bikin api unggun, mungkin karna suhu yang dingin ditambah tempat yang lembab, api pun tak kunjung jadi…hahaha…maklum bukan pendaki hehehe… Hari ke 2 kembali kespot yang sama, kali ini mencoba bikin startrail, sebenarnya dalam hati itu galau, mau bikin dari spot yang sama, penanjakan 1, atau penanjakan 2, sebenernya sempet tanya teman, cuma kayaknya ngga afdol kalo belum nyoba spot yang sama hahaha… Kalo mau bikin Startrail rekomen dari Penanjakan 2, selain pas dengan Bintang Utara, Objek juga lebih ok.

Star Trail di Cemoro Lawang dengan spot yg sama.

Star Trail di Cemoro Lawang dengan spot yg sama.

Sebenernya masih kurang puas sama hasil Night Shoot, cuma selalu ada pelajaran dari pengalaman pertama. Paginya aku sudah bikin janji sama tukang ojek yang istrinya jualan kopi di Cemoro Lawang, dengan biaya 250rb ke 3 spot, Penanjakan 1, Kawah Bromo trus Pasir Berbisik. Dibanding rame-rame naik jip mungkin lebih asik naik ojek atau sewa motor, cuma karena belum mengenal lokasi jadi mending naik ojek aja.

Jam 1/2 3 pagi handphoneku bunyi, sungguh hari yang melelahkan sampe tidurpun ngga terasa, tanpa cuci muka, pakai pakaian hangat langsung menuju halaman hotel, dan ternyata banyak juga yang mau nyunrise naik jip. Langsung aja tanpa basa-basi langsung bonceng Pak Supri ( nama tukang ojeknya ). Sungguh diluar dugaan Pak Supri sangat lincah meliak-liuk diantara jip – jip yang mirip balapan Dakar, belum lagi medan pasir, serasa motor itu mau guling… hahaha..jadi meskipun aku cuma bonceng, tapi mesti fleksibel mengikuti gerakan Pak Supri yang pagi itu selincah Valentino Rossi pake sarung. Ngga terasa sampe juga di Penanjakan 1, asiknya naik ojek itu kita langsung sampai deket tangga, dibanding naik jip, kita masih harus jalan kaki mungkin sekitar 1km, kalo dah telat berangkatnya.

View Sunrise dari Penanjakan 1

View Sunrise dari Penanjakan 1

Kelar nyunrise, langssung jalan menuju Kawah Bromo, Pak Supri sudah siap diujung tangga Penanjakan.

Diambil waktu bonceng Pak Supri.

Iring-iringan Jip menuju Kawah Bromo, diambil waktu bonceng Pak Supri.

Bersambung….

Tips memotret Milkyway atau Galaksi Bimasakti

Banyak yang bertanya gimana sih cara memotret Milkyway? Kalo dari pengalamanku kurang lebih tipsnya seperti berikut ini :

  • Gunakan app starchart, skymap ato app sejenis untuk melihat Milkyway.
  • Amati cuaca sekitar, kalo mendung ato berawan pasti ngga akan keliatan, karna sebenarnya Milkyway bisa dilihat dengan mata telanjang.
  • Carilah tempat dengan Polusi Cahaya sedikit, bisa di gunung ato dipantai.
  • Gunakanlah Tripod ato benda yang bisa menjaga kamera tetap berdiri kokoh.
  • Gunakanlah Remote Shutter ato Kabel Release untuk mengantisipasi blur pada foto.
  • Gunakan Manual Mode.
  • Settinglah lensa pada Manual, lalu setting ke Infinity. Apabila ngga ada tanda pada ring lensa, putarlah ring fokus ke kanan mentok, lalu geser kiri sedikit.
  • Settinglah WB sesuai selera apabila memotret dengan format jpg.
  • Settinglah Diafragma ato f selebar mungkin, ato nilai yang paling kecil, umumnya f1.4 – f3.5
  • Settingah ISO antara 1500 – 2500.
  • Settinglah Shutterspeed antara 20 – 30 detik.
  • Bawalah Senter.
  • Bawa juga minuman dan makanan kecil.
  • Gunakan pakaian hangat.

Kurang lebih seperti itu persiapan yang biasa aku lakukan sebelum hunting Milkyway, selamat mencoba…

Kurang lebih seperti ini hasilnya.

Kurang lebih seperti ini hasilnya.