Cara membuat foto HDR dengan teknik Luminosity Masking

Seperti kita tau, untuk membuat foto landscape biasanya dibutuhkan bermacam – macam filter, agar bisa mendapatkan pencahayaan yang seimbang antara langit dan objek foto kita. Untuk itu bagi teman – teman yang belum mempunyai filter teknik ini bisa dicoba. Syarat yang pertama kita mesti bikin foto minimal dengan 3 pencahayaan yang berbeda, yang pertama : – normal, over 3 stop, under 3 stop. Kenapa mesti over dan under 3 stop? Karna memang biasanya perbedaan langit dengan objek di kisaran itu, dimana under 3 stop setara dengan filter gnd 0,9 yang umum digunakan para landscaper. Apabila kita telah membuat 3 foto tadi, saatnya kita buka foto tersebut di photoshop sebagai layer. Dan untuk menyeleksi antara langit dan foreground disini kita gunakan teknik luminosity masking, dimana kita melakukan seleksi cahaya tapi secara auto. Yaitu dengan cara, kita masuk ke opsi Channel lalu tekan ctrl klik di RGB lalu muncul seleksi di foto kita, itulah yg merupakan seleksi yg terang pada foto kita, atau highlights, lalu kita invert seleksi tadi dengan cara ctrl + i klik, nanti muncul seleksi dari shadows pada foto kita. Setelah kita bisa membuat seleksi auto tadi, kini saatnya kita terapkan pada foto yang akan kita gelapkan langitnya, dengan urutan foto yang paling terang sebagai layer pertama, lalu foto dengan pencahayaan normal sebagai layer kedua, lalu foto dengan pencahayaan paling gelap sebagai layer ketiga. Untuk lebih jelasnya silahkan buka ini httpswww.youtube.comwatchv=2edXDAz4gAI#t=14

Normal Exposure

Pencahayaan Normal 

Over Exposue

Pecahayaan Over

Pencahayaan Under

Pencahayaan Under

Hasilnya kurang lebihnya seperti ini kalo kita edit dengan menggunakan Teknik Luminosity Masking.

Hasilnya kurang lebihnya seperti ini kalo kita edit dengan menggunakan Teknik Luminosity Masking.

Melayang diranah Minang

Pertama kali dengar kata Paraglading itu pikiranku langsung memikirkan bakal terbang tinggi tapi menggunakan apa? Kapal, lompat dari bukit atau apa, itu yang selalu aku pikirkan. Soalnya aku termasuk orang yang takut ketinggian. Cuma mungkin ini satu – satunya kesempatanku untuk mencoba olahraga ini, kesempatan ini aku dapatkan dari @indtravel yang pada saat itu mengadakan acara bertajuk #minangkabike dimana yang beruntung bakal diajak untuk mengexplore Sumbar.

Sampai juga akhirnya pada hari H,doaku sebenarnya smoga tiba – tiba hujan hahahaha… Tapi apa mau dikata,cuaca pagi itu cerah, langit berawan dengan warna biru yang sangat indah. Ya Allah lindungi hambamu ini, gumamku dalam hati hahaha… Untuk melakukan Paraglading yang ternyata sama dengan Paralayang itu kita ber 7 mesti jalan kaki dari penginapan menuju lokasi Paraglading. Mungkin sekitar 30 menit kita jalan kaki melewati medan yang lumayan nanjak, dan licin karna waktu itu musim hujan sudah mulai membasahi kota Padang dan sekitarnya.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Kurang lebih seperti ini trek menuju lokasi Paraglading.

Lumayan ngos – ngosan juga buatku yang memang jarang jalan kaki, apalagi disuguhi jalur seperti itu. Tibalah kita dilokasi Paraglading, langsung disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Beginilah view dari Bukit Gado - Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Beginilah pemandangan dari Bukit Gado – Gado, dengan Pulau Pisang dan Pantai Air Manisnya.

Ok, datang juga waktu untuk melakukan Paraglading, yang jelas aku ngga mau yang pertama kali hahaha…, ataupun yang terakhir. Selalu ada tumbal untuk yang pertama, kali ini kesempatan pertama itu dilakoni Mr.John, salah satu dari peserta #minangkabike yang memang orangnya terlalu lugu hahaha…

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Mr John melakukan persiapan sebelum Melayang, dengan raut muka antara iya dan tidak.

Teman - teman yang telah bersiap diposisi masing - masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Teman – teman yang telah bersiap diposisi masing – masing untuk mengabadikan momen paling bersejarah dalam hidup Mr.John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha... maaf Mr John.

Percobaan pertama yang akhirnya gagal, diikuti kegagalan yang kedua, dan yang ketiga hahaha… maaf Mr John.

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lombat dari bukit hahaha...

Akhirnya Melayang juga setelah percobaan ketiga, yang kata Mr John dia ngga mau mati lompat dari bukit hahaha…

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap menuju Pak Ferry  dan asistennya.

Tiba juga giliranku, entah apa yang ada dipikiranku waktu itu. aku lumayan mantap melangkah menuju Pak Ferry dan asistennya.

Beginilah pemandangan dari atas, dan ternyata itu sangat susah untuk memotret, tipsya memotretlah dengan auto mode hehehe...

Beginilah pemandangan dari atas, terlihat Teluk Bayur diujung sana dan ternyata itu sangat susah untuk memotret saat kita Melayang di ranah Minang, tipsya memotretlah dengan mode auto hehehe…

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah meraskan kaki yang hilang sesaat.

Legaaaa, akhirnya landing juga setelah merasakan kaki yang hilang sesaat.

I Believe…

Judul lagu Joe Satriani menemani perjalananku dari desa ke ibu kota,aslinya aku ngga pernah kemana-mana sendiri. Karna terpaksa mengikuti hobi baruku fotografi,mau ngga mau aku berangkat ke ibu kota sendiri,bertemu kawan baru yang juga akan pergi ke Padang Karna meeting point di bandara suta. O,ya sebelumnya aku ke Padang karna beruntung dapat kesempatan gratis dari Indtravel jadi mumpung karna gratis,jadi bonek aja.

Teman Minangkabike_7-1.jpg